Vocal : Mukhlas Ade Putra
Ingatan semakin melayang
Di sudut memori yang paling dalam
Aduh indahnya
Di pantai biru
Pasir laut saksi cinta kita
Sepinya malam ini sayang
Terasa mencekam di dalam dada
Hati ini tak seteguh karang
Jiwa ini semakin hitam
Engkau kasih belahan jiwaku
Mungkinkah kau dengar rintihanku
Seminggu berlalu rindu di hatiku tak pernah padam
Rindu rindu di dalam dadaku
Mengapa tak pernah jadi satu
Di pantai biru o
Diriku masih menantimu
Thursday, January 6, 2011
AKHIR CINTA
Awal dari cinta
Liku tanpa bahagia
Sudah suratan
Cintaku yang pertama
Cinta tanpa kasih
Tanpa akhir bahagia
Gagal dan punah
Pada akhir cinta buta
Aku gagal kali ini
Tanpa tangis dan duka
Hanya titik air mata
Dan senyum kehancuran
Liku tanpa bahagia
Sudah suratan
Cintaku yang pertama
Cinta tanpa kasih
Tanpa akhir bahagia
Gagal dan punah
Pada akhir cinta buta
Aku gagal kali ini
Tanpa tangis dan duka
Hanya titik air mata
Dan senyum kehancuran
Wednesday, January 5, 2011
DENGAR TUHAN
Tuhan
Masihkah mau Kau mendengarkan doaku
Tuhan masihkah gerangan sembahku Kau terima
Mana tanganMU
Gelapnya jalan yang kini kutempuh
Sesatkah anakMU kini melangkah
Dengar Tuhan
Ratapanku
Tuhan
Tiada lagi teman bagiku
Semua telah pergi
Tuhan
Tiada lagi tempat bagiku
Semua penuh tanya
Andai kudapat
Membelokkan arah jalanku
Memberi semua cinta
Kembalikan cerahku
Dengar Tuhan
Ratapanku
Masihkah mau Kau mendengarkan doaku
Tuhan masihkah gerangan sembahku Kau terima
Mana tanganMU
Gelapnya jalan yang kini kutempuh
Sesatkah anakMU kini melangkah
Dengar Tuhan
Ratapanku
Tuhan
Tiada lagi teman bagiku
Semua telah pergi
Tuhan
Tiada lagi tempat bagiku
Semua penuh tanya
Andai kudapat
Membelokkan arah jalanku
Memberi semua cinta
Kembalikan cerahku
Dengar Tuhan
Ratapanku
Tuesday, January 4, 2011
KUSERAHKAN
Mungkinkah dapat kuhadapi semua
Kenyataan yang telah menjadi begini
Pahit terasa
Hingga menyesakkan dada
Kutanyakan lagi pada diriku
Bila kudengar kicau burung di sana
Dan kurasakan
Hangatnya sinar mentari
Kucoba jua menghalau duka yang ada
Walau dengan harapan yang tersisa
PadaMU Tuhan
Kuserahkan semua
Hanya Engkaulah
Tempat kuberteduh
PadaMU Tuhan
Kumohon pengampunan
Hapuskan semua dosa hidupku
Kenyataan yang telah menjadi begini
Pahit terasa
Hingga menyesakkan dada
Kutanyakan lagi pada diriku
Bila kudengar kicau burung di sana
Dan kurasakan
Hangatnya sinar mentari
Kucoba jua menghalau duka yang ada
Walau dengan harapan yang tersisa
PadaMU Tuhan
Kuserahkan semua
Hanya Engkaulah
Tempat kuberteduh
PadaMU Tuhan
Kumohon pengampunan
Hapuskan semua dosa hidupku
ADA RINDU UNTUKMU
Kapan lagi kita berbincang
Dan berterus terang
Kapan
Kapankah lagi
Kurasakan sunyi mencekam
Hatipun tersiksa
Ada rindu untukmu
Seputih gaunmu kekasih
Begitu hatiku
Tak ingin kau jauh dariku
Lembutnya sinar di matamu
sayang (sayang)
Kau begitu seadanya
Namun bergetar sendu
Hati ini
Dan berterus terang
Kapan
Kapankah lagi
Kurasakan sunyi mencekam
Hatipun tersiksa
Ada rindu untukmu
Seputih gaunmu kekasih
Begitu hatiku
Tak ingin kau jauh dariku
Lembutnya sinar di matamu
sayang (sayang)
Kau begitu seadanya
Namun bergetar sendu
Hati ini
Subscribe to:
Posts (Atom)