Ciptaan : Rinto Harahap
Vokal : Hetty Koes Endang
Malam yang dingin
Aku sendiri
Dingin dingin hati ini tambah dingin
Entah mengapa
Kalau cinta memang aku sudah tak punya
Air matakupun kini keringlah sudah
Dingin
Ingin membenci
Pada siapa
Tiada salah orang lain yang kau cinta
Bukan bukan salahmu
Tapi diri ini juga tiada bersalah
Punya rasa punya mata punya telinga
Sayang
Kau janjikan berbulan madu
Ke ujung dunia
Kau janjikan sepatuku
Dari kulit rusa
Tapi janji tinggal janji
Bukan madu hanya mimpi
Tapi janji tinggal janji
Di bibirmu
Friday, February 18, 2011
Simponi
Ciptaan : Pance Pondaag
Vokal : Meriam Bellina
Kudengar simponi di sana
Mengalun sendu pilu terasa
Senada gelisahku yang kian mencekam
Seiring datang gerimis perlahan
Tangiskupun tersendat pilu
Tiada kau yang masih kudambakan
Di sini di pembaringan aku sendiri
Menanti sampai akhir hidup ini
Di hatiku tiada yang lain
Selain dirimu
Kau pelita hidupku
Di hatiku hanya kau kasih dambaan kalbuku
Kau tumpuan harapan yang terakhir
Vokal : Meriam Bellina
Kudengar simponi di sana
Mengalun sendu pilu terasa
Senada gelisahku yang kian mencekam
Seiring datang gerimis perlahan
Tangiskupun tersendat pilu
Tiada kau yang masih kudambakan
Di sini di pembaringan aku sendiri
Menanti sampai akhir hidup ini
Di hatiku tiada yang lain
Selain dirimu
Kau pelita hidupku
Di hatiku hanya kau kasih dambaan kalbuku
Kau tumpuan harapan yang terakhir
Kucoba Hidup Sendiri
Ciptaan : Pance Pondaag
Vokal : Dian Piessesha
Bagaimana mungkin
Percaya kepadamu
Sedangkan ulang tahunku
Kau tak ingat lagi
Bagaimana mungkin
Kau masih menyayangku
Sedangkan kehadiranmu
Bagai angin lalu
Tak percaya lagi i i i
Tak kan aku percaya
Padamu tak sanggup harus begini
Menghadapimu
Tak percaya lagi i i i
Takkan aku perduli
Biarlah kucoba hidup sendiri
Walau tanpa kau lagi
Vokal : Dian Piessesha
Bagaimana mungkin
Percaya kepadamu
Sedangkan ulang tahunku
Kau tak ingat lagi
Bagaimana mungkin
Kau masih menyayangku
Sedangkan kehadiranmu
Bagai angin lalu
Tak percaya lagi i i i
Tak kan aku percaya
Padamu tak sanggup harus begini
Menghadapimu
Tak percaya lagi i i i
Takkan aku perduli
Biarlah kucoba hidup sendiri
Walau tanpa kau lagi
Gelas Gelas Kaca
Ciptaan : Rinto Harahap
Vokal : Nia Daniaty
Gelas gelas kaca
Bunyikan suara
Siapakah aku ini
Ayah aku tak punya
Ibupun tak punya
Siapapun aku tak punya
Hanya air mata
Yang selalu bercerita kepadaku
Gelas gelas kaca
Tunjukkan padaku
Di manakah aku ini
Sepi yang mencekam
Menusuk hatiku
Ke manakah kumelangkah
Aku ingin pulang
Ke pangkuan ibunda
Sayang
Mataku terpejam
Hatipun menangis
Menantikan dirimu
Malam yang berlalu
Tak pernah tersenyum
Menghantarkan tidurku
Gelas gelas kaca
Berikan aku cerita
Gelas gelas kaca
Di manakah ayah bunda
Vokal : Nia Daniaty
Gelas gelas kaca
Bunyikan suara
Siapakah aku ini
Ayah aku tak punya
Ibupun tak punya
Siapapun aku tak punya
Hanya air mata
Yang selalu bercerita kepadaku
Gelas gelas kaca
Tunjukkan padaku
Di manakah aku ini
Sepi yang mencekam
Menusuk hatiku
Ke manakah kumelangkah
Aku ingin pulang
Ke pangkuan ibunda
Sayang
Mataku terpejam
Hatipun menangis
Menantikan dirimu
Malam yang berlalu
Tak pernah tersenyum
Menghantarkan tidurku
Gelas gelas kaca
Berikan aku cerita
Gelas gelas kaca
Di manakah ayah bunda
Kuberserah
Pance Pondaag
Kuberserah kepadaMu Tuhan
Kubersimpu dalam kepasrahan
Dengan tiada henti aku memohon
Ampunilah segala dosa dosaku
Sejak di dalam kandungan ibuku
Engkau Tuhanku maha pengasih
Segalanya di dalam hidup ini
Kupercaya hanyalah karenamu
Dari terang hingga gelapnya malam
Kupercaya Engkau melindungiku
Dari kepahitan dan kesenangan
Kupercaya Engkau bersamaku
Kuberserah kepadaMu Tuhan
Kubersimpu dalam kepasrahan
Dengan tiada henti aku memohon
Ampunilah segala dosa dosaku
Sejak di dalam kandungan ibuku
Engkau Tuhanku maha pengasih
Segalanya di dalam hidup ini
Kupercaya hanyalah karenamu
Dari terang hingga gelapnya malam
Kupercaya Engkau melindungiku
Dari kepahitan dan kesenangan
Kupercaya Engkau bersamaku
Subscribe to:
Posts (Atom)