Vokal : Nia Daniaty
Ciptaan : Jhon Dayat
Iskandar
Ibu maafkan aku
Yang tak pernah
Bersimpuh di kakimu
Aku anakmu yang satu
Yang tak pernah mendengar nasehatmu
Ibu benar katamu
Agar aku jangan memilih dia
Kini akupun menyadari
Dia yang kucinta menyimpan dusta
Gaun biru pengantin
Untuk apa dia berikan
Cincin emas pengikat
Untuk apa dia selipkan
Sepatu dari kaca untuk apa dia belikan
Benci Aku dia ada yang punya
Ranjang biru pengantin
Untuk apa dia pilihkan
Bulan madu ke Bali
Untuk apa dia janjikan
Uang di sampul merah
Untuk apa dia titipkan
Bila hatimu bercabang dua
Wednesday, March 9, 2011
Semalam di Malaysia
Aku pulang dari rantau
Bertahun tahun di negeri orang
Oh Malaysia
Oh di mana kawan dulu
Kawan dulu yang sama berjuang
Oh Malaysia
Kekasih hatikupun telah pula hilang
Hilang tanpa kesan aduhai nasib
Apalah daya
Cinta hampa hidupkupun merana
Tanpa dia
Inilah kisahku
Semalam di Malayasia
Diri rasa sunyi aduhai nasib
Apalah daya aku hanya
Seorang pengembara
Yang hina
Bertahun tahun di negeri orang
Oh Malaysia
Oh di mana kawan dulu
Kawan dulu yang sama berjuang
Oh Malaysia
Kekasih hatikupun telah pula hilang
Hilang tanpa kesan aduhai nasib
Apalah daya
Cinta hampa hidupkupun merana
Tanpa dia
Inilah kisahku
Semalam di Malayasia
Diri rasa sunyi aduhai nasib
Apalah daya aku hanya
Seorang pengembara
Yang hina
Monday, March 7, 2011
Gerimis Mengundang
Slam
Kusangkakan panas berpanjangan
Rupanya gerimis
Rupanya gerimis
Mengundang
ha ha ha
Dalam tak sader ku kebasahan
Pernah juga kau pinta perpisahan
Aku sangkakan
Itu hanyalah gurauan
ha ha ha
Nyata kau serius dalam senyuman
Bukan sekejap denganmu
Bukan mainan hasratku
Engkaupun tahu niatku
Tulus dan suci
Senang benar kau ucapkan
Kau anggap itu suratan
Sikitpun riak wajahmu
Tiada terkilan
Hanya aku separuh nyawa
Menahan sebak di dada
Sedangkan kau bersahaja
Berlalu tanpa kata
Terasa diri amat terhina
Kau lakukan
Sia sia ku korban selama ini
JIka kasihku jika hatiku kau guris
Dalam tak sedar ku menangis
Kusangkakan panas berpanjangan
Rupanya gerimis
Rupanya gerimis
Mengundang
ha ha ha
Dalam tak sader ku kebasahan
Pernah juga kau pinta perpisahan
Aku sangkakan
Itu hanyalah gurauan
ha ha ha
Nyata kau serius dalam senyuman
Bukan sekejap denganmu
Bukan mainan hasratku
Engkaupun tahu niatku
Tulus dan suci
Senang benar kau ucapkan
Kau anggap itu suratan
Sikitpun riak wajahmu
Tiada terkilan
Hanya aku separuh nyawa
Menahan sebak di dada
Sedangkan kau bersahaja
Berlalu tanpa kata
Terasa diri amat terhina
Kau lakukan
Sia sia ku korban selama ini
JIka kasihku jika hatiku kau guris
Dalam tak sedar ku menangis
Suci Dalam Debu
Iklim
Engkau bagai air yang jernih
Di dalam bekas yang berdebu
Zahirnya kotoran itu terlihat
Kesucian terlindung jua
Cinta bukan hanya di mata
Cinta hadir di dalam jiwa
Biarlah salah di mata mereka
Biar perbezaan terlihat antara kita
Kuharapkan kau kan terima
Walau dipandang hina
Namun hakikat cinta kita
Kita yang rasa
Suatu hari nanti
Pasti kan bercahaya
Pintu akan terbuka
Kita langkah bersama
Disitu kita lihat
Bersinarlah hakikat
Debu jadi permata
Kita jadi mulia
Bukan khayalan yang aku berikan
Tapi keyakinan yang nyata
Karena cinta lautan berapi
Pasti akan kurenang jua
Engkau bagai air yang jernih
Di dalam bekas yang berdebu
Zahirnya kotoran itu terlihat
Kesucian terlindung jua
Cinta bukan hanya di mata
Cinta hadir di dalam jiwa
Biarlah salah di mata mereka
Biar perbezaan terlihat antara kita
Kuharapkan kau kan terima
Walau dipandang hina
Namun hakikat cinta kita
Kita yang rasa
Suatu hari nanti
Pasti kan bercahaya
Pintu akan terbuka
Kita langkah bersama
Disitu kita lihat
Bersinarlah hakikat
Debu jadi permata
Kita jadi mulia
Bukan khayalan yang aku berikan
Tapi keyakinan yang nyata
Karena cinta lautan berapi
Pasti akan kurenang jua
Ingat Kamu
Vokal : Dina Mariana
Diam diam kau curi pandang
Di pintu sekolah
Kau tersenyum dan menggodaku
Aku tersipu mau
Kau kirimkan salam manismu
Lewat sahabatku
Sejak saat itu bila tak bertemu
Terbayang bayang wajahmu
Aku mandi
Ingat kamu
Aku makan
Ingat kamu
Aku mau tidur
Ingat kamu
Aku sedang belajar
Ingat kamu
Aku sedang berdandan
Ingat kamu
Aku sedang sendiri
Ingat kamu
Kau kirimkan surat cintamu
Lewat sahabatku
Kau katakan hanya diriku
Ada di hatimu
Satu hari bila tak jumpa
Kurindu padamu
Aku tak mengerti mengapa begini
Aku cinta padamu
Diam diam kau curi pandang
Di pintu sekolah
Kau tersenyum dan menggodaku
Aku tersipu mau
Kau kirimkan salam manismu
Lewat sahabatku
Sejak saat itu bila tak bertemu
Terbayang bayang wajahmu
Aku mandi
Ingat kamu
Aku makan
Ingat kamu
Aku mau tidur
Ingat kamu
Aku sedang belajar
Ingat kamu
Aku sedang berdandan
Ingat kamu
Aku sedang sendiri
Ingat kamu
Kau kirimkan surat cintamu
Lewat sahabatku
Kau katakan hanya diriku
Ada di hatimu
Satu hari bila tak jumpa
Kurindu padamu
Aku tak mengerti mengapa begini
Aku cinta padamu
Subscribe to:
Posts (Atom)