Ciptaan : Pance F Pondaag
Vokal : Meriam Bellina
Kau hadir saat itu
Membuka lembaran baru
Ada damai di sini
Ada rindu untukmu
Kucoba menutupi
Getaran di hati ini
Ingin berterus terang
Bibir tak sanggup berkata
Seandainya masih mungkin
Ingin rasanya diriku
Berteduh di hatimu
Di dalam pelukanmu
Seandainya masih mungkin
Menyatu kita berdua
Datanglah dalam mimpiku
Walaupun sesaat saja
Monday, March 4, 2013
Jangan Salahkan Siapa
Ciptaan : Pance F Pondaag
Vokal : Meriam Bellina
Sampai kapan kau menutupi
Apa yang di hatimu
Sampai kapan lagi
Kau hindari kenyataan
Ku tahu engkau menyayangku
Dari sinar matamu
Tapi kau bertahan
Kau mencoba menutupinya
Sekian lamanya kutunggu
Kau masih bertahan juga
Jangan salahkan siapa
Bila akhirnya diriku berlalu
Sekian lama kutersiksa
Dalam penantian ini
Jangan salahkan siapa
Bila tertutup pintu hatiku ini
Seringkali engkau bertanya
Tentang kesetiaanku
Apa guna kujawab
Sebab kau masih menutup diri
Vokal : Meriam Bellina
Sampai kapan kau menutupi
Apa yang di hatimu
Sampai kapan lagi
Kau hindari kenyataan
Ku tahu engkau menyayangku
Dari sinar matamu
Tapi kau bertahan
Kau mencoba menutupinya
Sekian lamanya kutunggu
Kau masih bertahan juga
Jangan salahkan siapa
Bila akhirnya diriku berlalu
Sekian lama kutersiksa
Dalam penantian ini
Jangan salahkan siapa
Bila tertutup pintu hatiku ini
Seringkali engkau bertanya
Tentang kesetiaanku
Apa guna kujawab
Sebab kau masih menutup diri
Nostalgia Biru
Meriam Belina
Dingin malam ini
Sendiri aku menunggu
Malam s'makin larut sayang
Entah engkau di mana
Sunyi yang menyiksa
Selalu engkau begini
Tinggalkan aku sendiri
Di kamar sepi ini
Semakin lama
Semakin kau lupakan tanggung jawabmu
Semakin lama
Semakin ku merasa hidup tersiksa
Sumpah janjimu di malam pertama
Hanya sebuah nostalgia
Dingin malam ini
Sendiri aku menunggu
Malam s'makin larut sayang
Entah engkau di mana
Sunyi yang menyiksa
Selalu engkau begini
Tinggalkan aku sendiri
Di kamar sepi ini
Semakin lama
Semakin kau lupakan tanggung jawabmu
Semakin lama
Semakin ku merasa hidup tersiksa
Sumpah janjimu di malam pertama
Hanya sebuah nostalgia
Sunday, March 3, 2013
Penantian Sampai Akhir Hayat
TIELMAN SISTER
Jangan lagi engkau bertanya
Cinta yang ada dalam diriku
Sampai kini diriku
Seperti yang dulu
Biar menyatu dengan dirimu
Aku rela dalam penantian
Sampai akhir hayat hidupku ini
Cintaku takkan pudar
Memandang yang lain
Engkaulah satu dalam hatiku
Kuberjanji takkan ada lain
Walaupun apa yang akan terjadi
Biarkan aku memiliki
Semua cinta di dalam hidupku
Jangan lagi engkau bertanya
Cinta yang ada dalam diriku
Sampai kini diriku
Seperti yang dulu
Biar menyatu dengan dirimu
Aku rela dalam penantian
Sampai akhir hayat hidupku ini
Cintaku takkan pudar
Memandang yang lain
Engkaulah satu dalam hatiku
Kuberjanji takkan ada lain
Walaupun apa yang akan terjadi
Biarkan aku memiliki
Semua cinta di dalam hidupku
Tuesday, February 19, 2013
Cinta di Pucuk Cemara
Kota kecil di kali bukit
Di sana pertama cinta bersemi
Suasana tenang dan damai
Tiada cemburu tiada nestapa
Sungai mengalir di kaki bukit
Di sanalah kita bercumbu
Cinta pertama kita berdua
Terukir di pucuk cemara
Di sana pertama cinta bersemi
Suasana tenang dan damai
Tiada cemburu tiada nestapa
Sungai mengalir di kaki bukit
Di sanalah kita bercumbu
Cinta pertama kita berdua
Terukir di pucuk cemara
Subscribe to:
Posts (Atom)