Tiada lain dalam hatiku
Hanyalah Engkau yang kuasa
Tuhan Yesus Juruselamatku
Yang sungguh mulia dalam hatiku
Oh Haleluyah oh Haleluyah
Tuhan telah datang untukku
Oh Haleluyah oh Haleluyah
Tuhan telah datang untukku
Tuhanlah Raja yang maha tinggi
Yang menciptakan seisi dunia
Sungguh mulia Engkau ya Tuhan yang sungguh mulia dalam hatiku
Monday, April 4, 2011
Hampir Aku Tersesat
Hampir aku tersesat karena kelemahanku
Tak mendengar firmanNya tentang keselamatanku
Kayu salib itu yang menceriterakan
Semua dosa dosaku yang tiada terbilang
Di Bukit Joljuta Yesus sengsara
Di Bukit Joljuta aku diselamatkan
Besarnya kasih Tuhan pada semua manusia
Kini aku bersorak kemenangan ku dapat
Apa yang aku buat membalas kasih Tuhan
Tak mendengar firmanNya tentang keselamatanku
Kayu salib itu yang menceriterakan
Semua dosa dosaku yang tiada terbilang
Di Bukit Joljuta Yesus sengsara
Di Bukit Joljuta aku diselamatkan
Besarnya kasih Tuhan pada semua manusia
Kini aku bersorak kemenangan ku dapat
Apa yang aku buat membalas kasih Tuhan
Kusembayang Ya Bapa
Sunday, April 3, 2011
Sepasang Mata Bola
Hampir malam di Jogja ketika keretaku tiba
Remang remang cuaca terkejut aku tiba tiba
Dua mata memandang seakan akan ia berkata
Lindungi aku pahlawan daripada sang angkara murka
Sepasang mata bola dari balik jendela
Datang dari Jakarta nuju medan perwira
Kagum kumelihatnya sinar sang perwira rela
Hati telah terpikat semoga kelak kita berjumpa pula
Dua mata memandang seakan akan ia berkata
Lindungi aku pahlawan daripada sang angkara murka
Sepasang mata bola gemilang murni mesra
Telah memandang beta di Setasiun Jogja
Sepasang mata bola seolah olah berkata
Pergilah pahlawanku jangan bimbang ragu bersama doaku
Remang remang cuaca terkejut aku tiba tiba
Dua mata memandang seakan akan ia berkata
Lindungi aku pahlawan daripada sang angkara murka
Sepasang mata bola dari balik jendela
Datang dari Jakarta nuju medan perwira
Kagum kumelihatnya sinar sang perwira rela
Hati telah terpikat semoga kelak kita berjumpa pula
Dua mata memandang seakan akan ia berkata
Lindungi aku pahlawan daripada sang angkara murka
Sepasang mata bola gemilang murni mesra
Telah memandang beta di Setasiun Jogja
Sepasang mata bola seolah olah berkata
Pergilah pahlawanku jangan bimbang ragu bersama doaku
Gugur Bunga
Betapa hatiku takkan pilu
Telah gugur pahlawanku
Betapa hatiku tak akan sedih
Hampa ditinggal sendiri
Siapakah kini pahlawan hati
Pembela bangsa sejati
Telah gugur pahlawanju
Tunai sudah janji bakti
Gugur satu tumbuh seribu
Tanah air jaya sakti
Telah gugur pahlawanku
Betapa hatiku tak akan sedih
Hampa ditinggal sendiri
Siapakah kini pahlawan hati
Pembela bangsa sejati
Telah gugur pahlawanju
Tunai sudah janji bakti
Gugur satu tumbuh seribu
Tanah air jaya sakti
Subscribe to:
Posts (Atom)