AUDY
Dulu engkau tak pernah berikan pertanda
Dan telah kusadari kau kekasih sahabatku
Mengapa kini kau buat aku merasa oh oh
Sungguhkah semua ini
Cinta kadang tak percaya
Namun mengapa selalu saja
Ku ingin dekat dirimu
Andai bukan dia kasihmu
Mungkin tak seberat ini
Kusesali mengapa cinta
Baru saat ini engkau nyatakan
Dulu saat kita jalan
Ku hanya menemani
Engkau dengan dirinya
Tapi mengapa kini
Kau berikan harapan indah denganmu oh oh
Haruskah ku yang pergi
Dan tak pernah ku mengerti
oh oh oh
Sungguh semua ini
Cinta kadang tak percaya
Namun mengapa selalu saja
Kuingin dekat dirimu
Andai bukan dia kasihmu
Mungkin tak seberat ini
Kusesali mengapa cinta
Mengapa cinta baru saat ini
Engkau nyatakan
Wednesday, June 26, 2013
Surga Cinta
Ada Band
Terdiam hanya bisa terdiam
Dingin menyerang sekujur tubuhku
Layangkan mata menembus cahaya
Putih kilaunya meneduhkan lamunan
Masih jelas terlihat pesona ayumu
Masih jelas terasa
Getar damai jiwamu ah ah
Inikah surga cinta
Yang banyak orang pertanyakan
Atau hanya mimpi
Yang tiada pernah berakhir jua
Perlahan bawa semua tanya
Satu bersama langkah di taman ini
Terangkai bunga tanda cinta murni adanya
Tetapi kekasihpun tiada muncul
Hapus rinduku ah ah
Di mana aku sedang berada
Mengapa sendiri
Lari telanjang tanpa seorangpun
Yang akan mau peduli
Terbanglah cinta
Sampaikanlah sayangku hanya bagi dia
Tak ingin rasa sepi ini meratapi
Malang tanpa dirinya
Terdiam hanya bisa terdiam
Dingin menyerang sekujur tubuhku
Layangkan mata menembus cahaya
Putih kilaunya meneduhkan lamunan
Masih jelas terlihat pesona ayumu
Masih jelas terasa
Getar damai jiwamu ah ah
Inikah surga cinta
Yang banyak orang pertanyakan
Atau hanya mimpi
Yang tiada pernah berakhir jua
Perlahan bawa semua tanya
Satu bersama langkah di taman ini
Terangkai bunga tanda cinta murni adanya
Tetapi kekasihpun tiada muncul
Hapus rinduku ah ah
Di mana aku sedang berada
Mengapa sendiri
Lari telanjang tanpa seorangpun
Yang akan mau peduli
Terbanglah cinta
Sampaikanlah sayangku hanya bagi dia
Tak ingin rasa sepi ini meratapi
Malang tanpa dirinya
Tuesday, June 25, 2013
Morning Has Broken
Eleanor Farjeon
Morning has broken
Like the first morning
Black bird as spoken
Like the first bird
Praise for the singing
Praise for the morning
Praise for them springing
Fresh from the Word
Mine is the sunlight
Mine is the morning
Born of the one light
Eden saw play
Praise with eletion
Praise ev'ry morning
God's recreation
Of the new day
Morning has broken
Like the first morning
Black bird as spoken
Like the first bird
Praise for the singing
Praise for the morning
Praise for them springing
Fresh from the Word
Mine is the sunlight
Mine is the morning
Born of the one light
Eden saw play
Praise with eletion
Praise ev'ry morning
God's recreation
Of the new day
Saturday, June 15, 2013
Sesal
Denting piano
Kala jemari menari
Nada merambat pelan
Di kesunyian malam
Saat datang rintik hujan
Bersama sebuah bayang
Yang pernah terlupakan
Hati kecil berbisik
Untuk kembali padanya
S'ribu kata menggonda
S'ribu sesal di depan mata
Seperti menjelma
Waktu aku tertawa
Kala memberimu dosa
Oh maafkanlah
Oh maafkanlah
Rasa sesal di dasar hati
Diam tak mau pergi
Haruskah aku lari dari
Kenyataan ini
Pernah ku mencoba 'ntuk sembunyi
Namun senyummu tetap mengikuti
Rasa sesal di dasar hati
Diam tak mau pergi
Haruskah aku lari dari
Kenyataan ini
Pernah kumencoba 'ntuk sembunyi
Namun senyummu tetap mengikuti
Rasa sesal di dasar hati
Diam tak mau pergi
Haruskah aku lari dari
Kenyataan ini
Pernah kumencoba 'ntuk sembunyi
Namun senyummu tetap mengikuti
Kala jemari menari
Nada merambat pelan
Di kesunyian malam
Saat datang rintik hujan
Bersama sebuah bayang
Yang pernah terlupakan
Hati kecil berbisik
Untuk kembali padanya
S'ribu kata menggonda
S'ribu sesal di depan mata
Seperti menjelma
Waktu aku tertawa
Kala memberimu dosa
Oh maafkanlah
Oh maafkanlah
Rasa sesal di dasar hati
Diam tak mau pergi
Haruskah aku lari dari
Kenyataan ini
Pernah ku mencoba 'ntuk sembunyi
Namun senyummu tetap mengikuti
Rasa sesal di dasar hati
Diam tak mau pergi
Haruskah aku lari dari
Kenyataan ini
Pernah kumencoba 'ntuk sembunyi
Namun senyummu tetap mengikuti
Rasa sesal di dasar hati
Diam tak mau pergi
Haruskah aku lari dari
Kenyataan ini
Pernah kumencoba 'ntuk sembunyi
Namun senyummu tetap mengikuti
Lilin Lilin Kecil
Oh manakala
Mentari tua lelah berpijar
Oh manakala
Bulan nan genit enggan tersenyum
Berkerut kerut tiada berseri
Tersendat sendat merayap dalam kegelapan
Hitam kini
Hitam nanti
Gelap kini
Akankah berganti
Dan kau lilin lilin kecil
Sanggupkah kau mengganti
Sanggupkah kau memberi
Seberkas cahaya
Dan kau lilin lilin kecil
Sanggupkah kau berpijar
Sanggupkah kau menyengat seisi dunia
Oh manakala
Mentari tua lelah berpijar
Oh manakala
Bulan nan genit enggan tersenyum
Berkerut kerut tiada berseri
Tersendat sendat merayap dalam kegelapan
Hitam kini
Hitam nanti
Gelap kini
Akankah berganti
Dan kau lilin lilin kecil
Sanggupkah kau mengganti
Sanggupkah kau memberi seberkas cahaya
Dan kau lilin lilin kecil
Sanggupkah kau berpijar
Sanggupkah kau menyengat seisi dunia
Mentari tua lelah berpijar
Oh manakala
Bulan nan genit enggan tersenyum
Berkerut kerut tiada berseri
Tersendat sendat merayap dalam kegelapan
Hitam kini
Hitam nanti
Gelap kini
Akankah berganti
Dan kau lilin lilin kecil
Sanggupkah kau mengganti
Sanggupkah kau memberi
Seberkas cahaya
Dan kau lilin lilin kecil
Sanggupkah kau berpijar
Sanggupkah kau menyengat seisi dunia
Oh manakala
Mentari tua lelah berpijar
Oh manakala
Bulan nan genit enggan tersenyum
Berkerut kerut tiada berseri
Tersendat sendat merayap dalam kegelapan
Hitam kini
Hitam nanti
Gelap kini
Akankah berganti
Dan kau lilin lilin kecil
Sanggupkah kau mengganti
Sanggupkah kau memberi seberkas cahaya
Dan kau lilin lilin kecil
Sanggupkah kau berpijar
Sanggupkah kau menyengat seisi dunia
Subscribe to:
Posts (Atom)