Rinto Harahap
Pernahkah
Kau dengarkan burung burung bernyanyi
Pernahkah
Kau dengarkan dia menangis
Tawa dan tangis yang kudengar
Sama merdunya
Ataukah memang aku tak tahu
Senandungnya
Kuingat ada senyum yang abadi di bibirmu
Mengapa tiada lagi kini sayang
Semua duka yang kau alami
Sudah nasibmu
Untuk apa kau sembunyikna senyum
Di bibirmu
Walau ingin hatimu memeluk gunung
Manalah mungkin tangan tak samapai
Walau ingin hatimu memetik bintang
Manalah mungkin tiada sayapmu
Biarlah yang hitam menjadi hitam
Jagan harapakan jadi putih
Biarlah rembulan di atas sana
Manalah mungkin turun ke sini
Sunday, March 10, 2013
Kala Sang Surya Tenggelam
Surya tenggelam
Ditelan kabut kelam
Senja nan muram
Di hati remuk redam
Jalan berliku
Dalam kehidupan
Dua remaja kehilangan
Penawar rindu
Kasih pujaan
Menempuh cobaan
Malam mencekam
Rembulan sendu rawan
Anak perawan
Menanggung rindu dendam
Jalan berliku
Dalam kehidupan
Dua remaja kehilangan
Penawar rindu
Kasih pujaan
Menempuh cobaan
Ditelan kabut kelam
Senja nan muram
Di hati remuk redam
Jalan berliku
Dalam kehidupan
Dua remaja kehilangan
Penawar rindu
Kasih pujaan
Menempuh cobaan
Malam mencekam
Rembulan sendu rawan
Anak perawan
Menanggung rindu dendam
Jalan berliku
Dalam kehidupan
Dua remaja kehilangan
Penawar rindu
Kasih pujaan
Menempuh cobaan
Saturday, March 9, 2013
Tak Mungkin Lagi
Vokal : Betharia Sonata
Kau membuat hatiku
Jadi tak menentu
Kau teganya padaku
Mengkhianati cinta kita
Dulu hatimu janji padakau
Bahwa kau menyayangiku
Tapi semua hanya kelabu
Yang mewarnai cinta kita
ho ooo
Tak mungkin lagi
Dan tak mungkin
Terjalin lagi
Tak mungkin lagi
Dan tak mungkin
Mengharapkanmu
Kupasrahkan semuanya
Apa yang terjadi
Kuserahkan segalanya
Pada yang kuasa
Karena kita bersumpah padaNya
Untuk mengikat tali cinta
Tetapi kini kau nodai sudah
Cinta yang telah terbina
Kau membuat hatiku
Jadi tak menentu
Kau teganya padaku
Mengkhianati cinta kita
Dulu hatimu janji padakau
Bahwa kau menyayangiku
Tapi semua hanya kelabu
Yang mewarnai cinta kita
ho ooo
Tak mungkin lagi
Dan tak mungkin
Terjalin lagi
Tak mungkin lagi
Dan tak mungkin
Mengharapkanmu
Kupasrahkan semuanya
Apa yang terjadi
Kuserahkan segalanya
Pada yang kuasa
Karena kita bersumpah padaNya
Untuk mengikat tali cinta
Tetapi kini kau nodai sudah
Cinta yang telah terbina
Yang Pertama Kali
Pance Pondaag
Denyut jantung di dada
Berdebar tak menentu
Karena kehadiranmu
Diam diam hatiku mengagumi dirimu
Bahkan menyayangimu
Untuk pertama kali
Itupun kuakui
Kau begitu berarti
Rasanya ingin selalu dekat dengan dirimu
Tak ingin pisah lagi
Yang pertama di dalam hidup ini
Rindu dan sayang menyiksa diri
Yang pertama di dalam hidup ini
Kasih dan sayang menerpa duiri
Terkadang tak sabar bibirku ini
Menyebut dan memanggil namamu sayang
Pertama kali di dalam hidupu ini
Menyayang dirimu
Denyut jantung di dada
Berdebar tak menentu
Karena kehadiranmu
Diam diam hatiku mengagumi dirimu
Bahkan menyayangimu
Untuk pertama kali
Itupun kuakui
Kau begitu berarti
Rasanya ingin selalu dekat dengan dirimu
Tak ingin pisah lagi
Yang pertama di dalam hidup ini
Rindu dan sayang menyiksa diri
Yang pertama di dalam hidup ini
Kasih dan sayang menerpa duiri
Terkadang tak sabar bibirku ini
Menyebut dan memanggil namamu sayang
Pertama kali di dalam hidupu ini
Menyayang dirimu
Satukanlah Hati Kami
Ciptaan : Pance Pondaag
Di sini setahun yang lalu
Menyatu hatiku dan hatimu
Tanpa janji janji tanpa kemesraan
Kau diam akupun membisu
Kau pergi dengan cita cita
Ke kota yang jauh di sana
Pasrah sudah hati
Hanya doa restu
Ku tunggu dengan sabar hati
Siang malam hanya doa yang kupanjatkan
Tuhan lindungilah dia yang kusayangi
Satukanlah hati kami berdua
Selamanya selamanya
Siang malam hanya doa yang kupanjatkan
Tuhan lindungilah dia yang kusayangi
Satukanlah hati kami berdua
Selamanya selamanya
Di sini setahun yang lalu
Menyatu hatiku dan hatimu
Tanpa janji janji tanpa kemesraan
Kau diam akupun membisu
Kau pergi dengan cita cita
Ke kota yang jauh di sana
Pasrah sudah hati
Hanya doa restu
Ku tunggu dengan sabar hati
Siang malam hanya doa yang kupanjatkan
Tuhan lindungilah dia yang kusayangi
Satukanlah hati kami berdua
Selamanya selamanya
Siang malam hanya doa yang kupanjatkan
Tuhan lindungilah dia yang kusayangi
Satukanlah hati kami berdua
Selamanya selamanya
Subscribe to:
Posts (Atom)