Ketik judul, penyanyi, composer atau potongan lirik

Loading...

Sunday, September 28, 2014

Engkaulah Perisaiku

Engkaulah perisaiku
Saat badai hidup menerpaku
FirmanMu di dalamku
Tenangkan jiwaku

Ku kan berdiri di tengah badai
Dalam kekuatan yang Kau berikan
Sampai kapanpun ku kan bertahan
Karena Yesus selalu menopang hidupku

Thursday, September 25, 2014

Aku Lelaki

IWAN FALS
Kini ku mengungkap tanya
Siapakah dirinya
Yang mengaku kekasihmu itu
Aku tak bisa memahami
Ketika malam tiba
Ku rela kau berada
Dengan siapa kau melewatinya
Aku tak bisa memahami
Aku lelaki tak mungkin
Menerimamu bila
Ternyata kau mendua
Membuatku terluka
Tinggalkan saja diriku
Yang tak mungkin menunggu
Jangan pernah memilih
Aku bukan pilihan
Slalu terungkap tanya
Benarkah kini dia
Wanita yang kukenal hatinya
Aku tak bisa memahami
Aku lelaki tak mungkin
Menerimamu bila
Ternyata kau mendua
Membuatku terluka
Tinggalkan saja diriku
Yang tak mungkin menunggu
Jangan pernah memilih
Aku bukan pilihan
Tak perlu kau memilihku
Aku lelaki bukan ntuk dipilih
Aku lelaki tak mungkin
Menerimamu bila
Ternyata kau mendua
Membuatku terluka
Tinggalkan saja diriku
Yang tak mungkin menunggu
Jangan pernah memilih
Aku bukan pilihan

Hutanku Hilang

Panas nian kemarau ini
Rumput rumutpun merintih sedih
Rebah tak berdaya di terik sang surya
Bagaikan dalam neraka
Curah hujan yang dinanti nanti
Tiada juga datang menitik
Kering dan gersang menerpa bumi
Yang panas bagai dalam neraka
Mengapa mengapa hutanku hilang
Dan tak pernah tumbuh lagi
Mengapa mengapa hutanku hilang
Dan tak pernah tumbuh lagi
Curah hujan yang dinanti nanti
Tiada juga datang menitik
Kering dan gersang menerpa bumi
Yang panas bagai dalam neraka

Es Lilin

Jawa Barat
Es lilin mah eu ceu kala pamuda
Dibantun mah eu ceu kamajalaya
Hapun teun mah eu ceu ab dihapun teun
Bilih aya kalele patan

Gang Kelinci

Ya ya Gang Kelinci
Jakarta kotaku indah dan megah
Di situlah aku dilahirkan
Rumahku di salah gang
Namanya Gang Kelinci
Entah apa sampai namanya Kelinci
Mungkin dulu kerajaan kelinci
Karena manusia bertambah banyak
Kasihan kelinci terdesak
Sekarang rumahnya berjubel
Oh padat penghuninya
Anak anak segudang
Grudak gruduk kayak kelinci
Kami semua hidup rukun dan damai
Hanya satu yang aku hetankan
Badanku bulat tak bisa tinggi
Persis kayak anak kelinci
Gang Kelinci